Wednesday, August 18, 2010

Istri yang Sakinah

Untuk Istri


Pernikahan ǻkan Mengantarkan kita pada KeSempurnaǻn dalam
Ber!badah.. Jadikanlǻh Pernikahan / Rumah Tanggamu Sebagai Jembatan Menggapai Ĉΐnťa dan Ridhõ Дllåђ SWT..<3

(*)Pernikahan ǻkan Membuka Tǻbir RǻhaSia ....(*)

Suami γg Menikahimu ,
Tidaklǻh Semulia Muhammad SДW...,

Tidaklǻh SeTaqώa Ibrahim...,
Dan Tidak SeTabah Ǻγub..,
Juga Tidak Segagah MuSa..,
Dia juga Tidak Setampan ƳuSuf...,

Suami mu hanγalǻh Priǻ Akhir Zaman.. ,
Ƴang Punγa Citǻ~citǻ
Membangun Keturunǻn γg Shõleh dan Shõlèha…

Pernikahǻn dan RumahTangga,
Mengajar kan Kita ǻkan Keώajiban berSama... ,

Jika Suami Menjadi ISTANA,
Kamulǻh Penghuninγa...,

Jika Suami ǻdǻlah Nahda ,
Kamulǻh Naνigatõr nγa....,

Saat Suami Menjadi balita γg nakal,
Mǻka Kamulah Pènuntun Kenakalǻn nγa...,

Saat Suami Menjadi Raja,
Kamu Nikmati Ǻnggur SingaSana nγa..,

Ketika Suami Memiliki biSa ,
Kamulǻh Penaώar biSa nγa...,

Saat Suami Menjadi Masinis γg Lancang ,
Sabarlǻh dalam
Mempèringatkannγa…,

Pernikahǻn dan RumahTangga,
Mengajarkan Kita Perlunγa Iman dan Taqώa, dalam
Melatih KeSabaran dan
KeikhlaSǻn Serta rasa Sγukur dari Segala Karunia..,

Kenikmatǻn kadang Membuǻt Kita Lalai dan Lupa...,

Jadikan Kekurangǻn Suami mu Sebagai Lahan Tempat mu ber!badah..Mengkais Ridho NYA...

Dan dèngan Kepandaiǻn mu berSγukur dan Menikmati Segala kekurangǻn γg ada mǻka Дllåђ ǻkan MenĈΐnťai mu dan bangga dèngan mu...
Duhai IStri.., kamu memang bukanlǻh Khadijah γg begitu Sempurna dalam Menjaga..

Kamu juga Bukanlah hajar,
γg begitu Setiǻ dalam Derita..

Kamu hanγalah Wǻnita ǺkhiR Zaman ,γǻng beruSaha untuk Menjadi IStri Shõlèh......

O:)Amien


Tuesday, August 10, 2010

Pasir & Batu

Pasir dan Batu

Dikisahkan bahwa ada dua orang sahabat sedang melakukan perjalanan menyeberangi padang pasir. Pada suatu tempat, mereka terlibat dalam perdebatan sengit, sahabat yang satu menampar muka sahabat yang lain. Sahabat yang ditampar merasa terluka hatinya . Tanpa mengucapkan sepatah kata, ia menulis di pasir :


“HARI INI SAHABAT BAIKKU MENAMPARKU”

Karena suatu persahabatan, mereka ternyata masih terus melanjutkan perjalanan. Dan dalam perjalanan berikutnya, mereka menemukan danau lalu mandi di danau tersebut. Orang yang ditampar tadi terjebak dalam lumpur hisap dan mulai tenggelam . Sahabatnya pun datang menolong. Setelah berhasil diselamatkan ia menulis di atas batu :


“HARI INI SAHABAT BAIKKU TELAH MENYELAMATKANKU”

Temannya berkata, “Tadi kau menulis di pasir, sekarang kau menulis di atas batu, mengapa ?”

Ia pun menjawab, “Jika seseorang melukai hati kita, sebaiknya kita menulis kejadian itu di atas pasir agar angin pengampunan dapat menghapusnya. Namun, bila seseorang berbuat baik kepada kita, hendaknya kita mengukir peristiwa itu di batu sehingga angin takkan pernah dapat menghapusnya.”