Friday, July 17, 2009

Mengatasi Penyakit ber-DALIH

Sembilan puluh sembilan persen kegagalan datang dari orang yang punya kebiasaan suka membuat alasan, begitu kata George Washington Carver. Daripada mencari jalan keluar, mereka memilih untuk membuat 1001 dalih mengenai kegagalan mereka. Alhasil, kesempatan belajar pun terlewatkan begitu saja.

Dalam buku The Magic of Thinking Big, David J. Schwartz menjelaskan mengenai penyakit pikiran yang mematikan alias penyakit dalih (excuisitis). Orang-orang gagal senantiasa berdalih mengenai kegagalan mereka. Penyakit dalih tersebut biasanya muncul 4 bentuk, yaitu: dalih kesehatan, dalih inteligensi, dalih usia dan dalih nasib.

Dalih kesehatan biasanya ditandai dengan ucapan, "Kondisi fisik saya tidak sempurna", "Saya tidak enak badan", "Jantung saya lemah", dan sejenisnya. Orang sukses tidak pernah menganggap cacatnya itu sebagai hambatan. Ada seseorang yang menderita polio namun dikenal sebagai dokter spesialis ginjal sukses dan murah hati.

Sejumlah besar tokoh-tokoh dunia bahkan punya cacat fisik. Presiden Amerika ke-32 Franklin Delano Roosevelt menderita polio, Shakespeare lumpuh, Beethoven tuli, Napoleon Bonaparte memiliki postur tubuh yang sangat pendek.

Dalih inteligensi diitandai dengan ucapan, "Saya kan tidak pintar", "Saya kan bukan rangking teratas", "Dia lebih pandai", dan sejenisnya. Inilah dalih yang paling umum ditemukan. Tanpa bermaksud mengecilkan arti sekolah, tidak perlu jadi profesor agar Anda bisa sukses. Selanjutnya, dalih usia yang ditandai dengan ucapan, "Saya terlalu tua", "Saya masih terlalu muda", "Biarkan yang lebih tua yang duluan", dan sejenisnya. Padahal tidak ada batasan usia dalam meraih sukses. Kolonel Sanders memulai usahanya di usia 65 tahun. Berikutnya adalah dalih nasib, misalnya dengan mengatakan , "Aduh, nasib saya memang selalu jelek", "Itu sudah nasibku", "Itu memang takdir" Memang amat mudah untuk selalu menyalahkan nasib. Padahal nasib kita ditentukan oleh kita sendiri. Tuhan telah memberikan hidup dengan sejumlah pilihan.

Lihatlah betapa banyaknya orang yang memilih berdiam diri daripada melakukan apa yang bisa mereka perbuat. Padahal apapun yang layak diraih layak diupayakan dengan seluruh kemampuan yang kita miliki. Sayangnya, potensi diri ini kerap hanya terkubur karena kebiasan kita membuat dalih jika apa yang kita kerjakan tidak berjalan sesuai harapan kita atau hasilnya tidak segera kelihatan. Gaya hidup modern yang serba instant secara tidak langsung membuat kita sering mengharapkan hasil yang instant pula. Kita kepengen sekali makan durian tanpa mau menanam, menyiram, memupuki dan merawat pohonnya.

Kita mungkin pernah membaca/mendengar cerita tentang ilmuwan besar seperti Albert Einstein yang pernah diusir dari sekolah karena dianggap lamban. Ia bahkan mendapat nilai buruk dalam pelajaran bahasa Yunani karena ingatannya yang lemah. "Tak peduli apa pun yang kamu lakukan, kamu takkan dapat melakukan apa-apa," kata gurunya.

Ingatlah Thomas Alva Edison yang hanya bersekolah beberapa bulan namun tercatat sebagai pencipta terbesar sepanjang jaman dengan lebih dari 1.000 hak paten. "Saya mempunyai banyak ide tapi hanya sedikit waktu," ujarnya. Edison gagal di sekolah. Gurunya merasa Edison tidak punya minat belajar, pemimpi dan mudah sekali terpecah konsentrasinya. Yang sungguh membuat saya terharu adalah sikap Ibu Edison terhadap putranya. Ia terus mengajari Edison di rumah dan setiap kali Edison gagal, ibunya memberi harapan dan mendorongnya untuk terus berusaha.

Kalau orang gagal senantiasa berkata "itu tidak mungkin berhasil" maka orang sukses lebih suka berkata "mengapa tidak mencobanya dulu ?". Daripada membuat alasan, orang sukses memilih untuk mencari cara mewujudkan impian mereka. Daripada berdiam diri dan menunggu datangnya kesempatan, mereka memilih pergi keluar dan menemukan kesempatan itu. Bahkan mereka mampu menciptakan kesempatan dalam kesempitan. E.M. Gray menegaskan, orang-orang sukses mempunyai kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan orang gagal. Jika saat ini Anda masih suka membuat dalih, buatlah komitmen untuk mengubah kebiasaan itu. Jangan biarkan potensi diri Anda dibelenggu oleh dalih-dalih Anda. Ingat selalu nasihat Theodore Roosevelt, "Lakukan apa yang Anda bisa, dengan apa yang Anda miliki, di mana pun Anda berada."

Sebagai akhir, ada sebuah syair dari Afrika berjudul Perlombaan Saat Matahari Terbit:

Setiap pagi di Afrika, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada singa tercepat. Jika tidak, ia akan terbunuh. Setiap pagi seekor singa bangun, ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada rusa terlamban. Jika tidak, ia akan mati kelaparan. Tidak penting apakah Anda adalah sang rusa atau sang singa.

Saat matahari terbit, Anda sebaiknya mulai berlari.

Sumber: Mengatasi Penyakit Dalih oleh Paulus Winarto.

JANGANLAH BERDIAM DIRI JIKA INGIN MERAIH KESUKSESAN.......
LAKUKAN YG TERBAIK,SELAMA RESIKO ITU DAPAT ENGKAU TANGGUNG......
HIGH RISK, HIGHT RETURN.....

Tuesday, July 14, 2009

SYUKUR ITU KUNCI KEHIDUPAN

Banyak orang datang dan pergi dalam kehidupanmu
Namun hanya TEMAN SEJATIlah yang akan terukir dalam hatimu

Orang yang kehilangan UANG, ia kehilangan BANYAK
Tetapi orang yang kehilangan TEMAN, ia kehilangan LEBIH BANYAK
Dan orang yang kehilangan KEPERCAYAAN, ia kehilangan SEGALANYA

Untuk mengatasi DIRIMU, gunakanlah AKALMU
Dan untuk mengatasi ORANG LAIN, gunakanlah HATIMU

Jika seseorang mengkhianatimu SEKALI, itu adalah KESALAHANNYA
Namun jika ia mengkhianatimu DUA KALI, itu adalah KESALAHANMU

Tuhan memberi SETIAP burung makanan
Namun Ia TIDAK melempar makanan itu kedalam SARANG

Wanita MUDA yang CANTIK itu adalah SEPANTASNYA
Dan wanita TUA yang CANTIK adalah hasil dari SENI

Dunia MAMPU penuhi hajat orang BANYAK
Tapi TAK CUKUP bagi SATU orang yang SERAKAH

Saat kita dalam keadaan SUSAH
Kita merasa yang TERSUSAH di DUNIA
Namun saat mendapatkan KESENANGAN
Kita masih saja INGIN seperti ORANG LAIN

SESUSAH apapun kita
Pasti ada yang JAUH LEBIH SUSAH
Dan SEKAYA apapun kita
Pasti masih merasa BELUM PUAS

Maka rasakanlah CUKUP apa yang ADA
DARIPADA apa yang TIADA
Dan TETAPLAH MERAIH apa yang DICITA
Sambil BERSYUKUR atas apa yang ADA

BELAJARLAH dari KESALAHAN orang lain
Dan kamu TAK PERLU BERBUAT KESALAHAN-KESALAHAN itu

DIA adalah DIA

Tanpa lisan meminta pun
Tak jarang Dia memberi apa yang dibutuhkan

Tanpa lisan berterimakasih pun
Dia masih tetap memberi

Mestinya, karunia setetes air pun
Sudah cukup tuk sadarkan diri

Lalu mengapa......
Tetesan-tetesan yang menggenang itu
Malah menyuburkan kesombongan diri?

Aku sering lupa berdoa
Tapi Allah memberi juga

Aku serig lupa memberi sesama
Tapi Allah tetap memberiku seperti seorang ibu

Aku pernah berpikir
(ampuni aku Allah)
Seandainya aku adalah Dia
Akankah kumaafkan kelakuanku dengan mudah?
Sepertinya tidak

Itulah mengapa
Dia adalah Dia dan aku adalah aku

Monday, July 13, 2009

RENUNGAN TENTANG USIA

Menurut Anda..., MODAL apakah yang paling berharga hidup di dunia ini...?
USIA kita atau HARTA kekayaan KITA?

Dalam keadaan SADAR kita pasti mengatakan ....
USIA kita adalah modal yang paling berharga untuk HIDUP...daripada HARTA
Karena KEHIDUPAN kita tidak ada tanpa USIA kita walau punya banyak HARTA
Terutama dalam kondisi yang LUAR BIASA...

Tetapi dalam kondisi BIASA pasti kita TIDAK SADAR....
Dan mengatakan HARTA KEKAYAAN lebih berharga
Karena kita tidak bisa HIDUP tanpa HARTA...
Sehingga kitapun dalam kehidupan sehari-sehari ...
lebih menghargai HARTA KEKAYAAN kita
Daripada USIA kita...

Itulah pentingnya KESADARAN diri...
Itulah pentingnya memikirkan hal yang LUAR BIASA...

Kalau kita memikirkan hal yang LUAR BIASA..maka kita akan SADAR ....
Kalau kita SADAR maka kita akan ADA...
Tetapi...
Kalau kita hanya memikirkan hal yang BIASA maka kita akan TIDAK SADAR..
Kalau TIDAK SADAR maka kita akan TIADA...

Bila kita perhatikan dengan cermat, manusia itu pada hakikatnya ...
Adalah pengendara di atas punggung USIA.
Ia menempuh perjalanan hidupnya, melewati hari demi hari,
MENJAUHI DUNIA dan MENDEKATI LIANG KUBUR.

Dalam hal ini ada seorang bijak yang mengutarakan keheranannya,
”Aku heran terhadap orang yang MENYAMBUT dunia
yang sedang PERGI meninggalkannya,
tetapi BERPALING dari akhirat
yang sedang berjalan MENUJU KEPADANYA.”

Dan kitapun HERAN...
Mengapa kita mudah MENANGIS bila HARTA benda kita berkurang?
Sebaliknya kita TIDAK PERNAH MENANGIS bila USIA kita berkurang ?
IRONISnya...kita KEHILANAGAN USIA ini malah DIRAYAKAN sesemarak mungkin.
Barangkali inilah satu-satunya KEBODOHAN manusia yang bersifat UNIVERSAL

Dan kitapun HERAN....
Kita MAU BERJUANG mati-matian mengerahkan seluruh daya dan potensi yang ada,
Untuk mendapatkan sesuatu yang BELUM PASTI kita peroleh...
Sementara untuk sesuatu yang sudah PASTI TERJADI...
Kita hadapi dengan usaha yang sekedarnya saja
Bukankah satu-satunya KEPASTIAN bagi manusia itu hanyalah KEMATIAN?

Bukankah kita kita SADARI, bahwa sebenarnya kita semua sedang berkarya...
Dalam batas HARI-HARI yang PENDEK untuk HARI-HARI yang PANJANG?
Lalu mengapa kita selalu CENDERUNG MEMBANGUN ISTANA DUNIAWI...
Sedangkan ISTANA AKHIRAT kita ABAIKAN?

Bila kita SADAR dengan tujuan keberadaan kita di dunia yang LUAR BIASA,
Maka pastilah kita menjadikan USIA sebagai sesuatu yang PALING BERHARGA
Ia lebih mahal dari emas, intan, berlian atau batu mulia apapun.
Sehingga kita akan MENJAGA USIA kita dengan baik dan DIGUNAKAN SEOPTIMAL mungkin.

Orang bijak berkata...
’Aku tidak menyesali sesuatu,
seperti penyesalanku terhadap tenggelamnya matahari
yang berarti umurku berkurang
akan tetapi amal shalihku tidak bertambah.”

Mengapa kita BIARKAN USIA kita BERLALU begittu saja tanpa melakukan sesuatu yang BERARTI?
Apakah sudah sedemikian parahnya KEBODOHAN kita,
sehingga rela menghabiskan MODAL yang PALING BERNILAI
untuk sesuatu yang TIDAK BERNLAI?
Bukankah kita harus MEMPERANGGUNG JAWABKAN setiap menit yang berlalu?

”KUBURAN AKAN DATANG KE SETIAP ORANG
DENGAN KECEPATAN 60 MENIT PERJAM,
TIDAK PEDULI SEKAYA ATAU SESEHAT APAPUN IA SEKARANG.....
ARE YOU READY......?”