Tuesday, May 26, 2009

Renungan SUKA SAYANG DAN CINTA

Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri

Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri

Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”

Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”

Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis.”

SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.

CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata,”Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”

SUKA adalah saat kau melihatnya dari penampilan luarnya dan bukan karena hatinya.

SAYANG adalah saat kau melihatnya, kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan dari matamu.

CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..

Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.

Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.

Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata, “Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan.”

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.

Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.

Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan

SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan

CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaannya

SUKA adalah hal yang menuntut

SAYANG adalah hal memberi dan menerima

CINTA adalah hal yang memberi dengan rela

Thursday, May 14, 2009

Hidup Sesuai Kebutuhan

Untuk menjadi kaya, kita harus selalu ingat prinsip dasar "Menghabiskan lebih sedikit dari yang kita dapatkan" atau "Hidup dibawah kemampuan". Dengan melaksanakan prinsip ini, maka setiap bulannya kita mengakumulasikan harta, yang dalam jangka panjangnya akan membawa kita menuju kaya.

Agar dapat melaksanakan dengan benar "Hidup dibawah kemampuan", kita perlu menyadari beberapa hal. Salah satunya, yang akan saya bahas dalam kesempatan ini, adalah bisa membedakan antara "kebutuhan" dan "keinginan".

"Kebutuhan" adalah barang atau jasa yang benar-benar Anda perlukan. Jika Anda tidak bisa mendapatkan barang tersebut, maka kehidupan Anda menjadi terancam atau menjadi susah. Contoh paling nyata adalah makanan. Manusia membutuhkan makanan untuk tetap bertahan hidup. Apabila manusia tidak makan sama sekali,maka dalam waktu 3 hari dia akan mati.

Sementara "keinginan" adalah barang atau jasa yang dibeli hanya semata untuk kesenangan. Biasanya keinginan ini lebih didorong oleh rasa tamak manusia sehingga rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Setiap kali Anda hendak membeli barang, pernahkah Anda apakah barang tersebut merupakan "kebutuhan" atau "keinginan" bagi Anda? Coba lihat daftar dibawah ini dan tentukan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan :

sepatu
baju buatan designer
air
apartemen mewah
ranjang
es krim
undian
mobil
keanggotaan klub
makan siang
tiket konser
perjalanan ke luar negeri
obat-obatan
kalung
komputer
kopi
handphone
tongkat golf
mebel

Sayangnya, jawaban dari daftar diatas tidak benar-benar hitam putih. Sesuatu yang menjadi keinginan seseorang mungkin saja suatu kebutuhan untuk yang lain. Misalnya komputer. Bila Anda berpenghasilan terutama dalam bidang komputer, maka komputer adalah suatu kebutuhan. Tapi bila Anda hanya menggunakannya untuk bermain game, maka sebetulnya Anda tidak membutuhkannya.

Dari daftar diatas, kita masih bisa menentukan apa yang menjadi kebutuhan mayoritas orang. Sepatu (dan pakaian), air, ranjang, makanan, obat lebih merupakan kebutuhan daripada keinginan. Walaupun demikian, berhati-hatilah dalam memilih barang pemuas kebutuhan Anda . Barang yang merupakan kebutuhan, bisa berubah menjadi keinginan jika dipenuhi secara berlebihan. Misalnya saja makanan. Kebutuhan kita sebenarnya dapat terpenuhi jika kita makan
secukupnya, misalnya saja dengan memesan nasi rames yang harganya berkisar Rp. 10.000,-. Namun, sebagian orang lebih suka makan di kafe-kafe dengan biaya yang lebih mahal, anggap saja Rp. 50.000,-. Selisih Rp. 40.000,- ini merupakan harga yang harus dibayar untuk memuaskan keinginan, antara lain keinginan akan kemewahan, suasana yang menyenangkan, service, dan lain-lain.

Mulailah menyisihkan sedikit waktu Anda untuk bertanya pada diri sendiri. Anda mungkin akan menemukan bahwa ada cukup banyak barang yang Anda anggap perlu tidak lain hanya keinginan. Sekali Anda dapat membedakan keduanya dengan obyektif dan dapat membatasi diri
agar tidak membeli barang-barang yang hanya sekedar keinginan, maka Anda sudah dalam jalan sukses mempraktekan 'hidup sesuai kemampuan'.

Sukses Hidup Untuk Kaya Sudah Mendekati Anda !!!